“Ya Allah, aku memohon petunjuk daripadaMu
dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku
memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha
Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku
tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahu segala perkara yang ghaib.
Ya Allah,
seandainya Engkau mengetahui bahawasanya pernikahan ini adalah baik bagiku pada
agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat,
takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta berkatlah bagiku p
adanya da
seandainya Engkau mengetahui bahwa pernikahan ini mendatangkan keburukan bagiku
pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku sama ada cepat atau lambat,
maka jauhkanlah aku daripadanya dan takdirkanlah kebaikan untukku dalam
sebarang keadaan sekalipun kemudian redhailah aku dengannya”.
Pernikahan. Adalah satu fase kehidupan yang akan dialami
umat manusia.
Dalam agama islam, menikah berarti menggenapi sebagian agama
(apabila pernikahannya diniatkan Lillah).
Kali ini, ijinkan iis menulis rangkuman dari berbagai
seminar, halaqah dan kajian seputar kesiapan pra nikah…
Bagaimanapun, fase ini bisa menjadi fase yang berat, indah
dan penuh dengan kecamuk hati. So that, I feel that I suppose write this article to treat all girl's fidgetiness,
Berikut
rangkumannya:
è
KETAHUI
DAN PAHAMI HAKIKAT MANUSIA
Pada dasarnya, kita berasal dari Allah dan akan kembali
padaNya. Untuk itu, sangat penting menentukan tujuan hidup. Coba teman- teman
jawab pertanyaan ini; Siapa kita? Dari mana kita berasal? Dan kemaana kita akan
kembali?
Setelah itu, coba tuliskan tujuan hidup, apapun tujuan hidupmu tuliskan, agar kita selalu ingat dan mengusahakan untuk menggapainya.
Tapi tunggu dulu, aku ingatkan sesuatu. Sukses adalah perjalanan, bukan tujuan. Kapal yang berlabuh di
pelabuhan memang aman, tapi bukan itu tujuan dibuat kapal bukan? Coba kita
renungkan. Kesuksesan adalah suatu perjalanan yang menciptakan nilai tambah
untuk diri sendiri dan masyarakat.
Untuk mempermudah, biar aku bantu merefleksikannya, bahwa sukses itu mencakup:
©
Keimanan yang kokoh
©
Keluarga yang bahagia
©
Tubuh yang sehat
©
Bisnis/ karir yang berhasil
©
Hubungan antar manusia yang baik
©
Pertumbuhan dan perkembangan pribadi
©
Manajemen keuangan yang sukses
©
Berporos pada jalan dakwah
©
Hidup yang dinikmati
Begitu pula pernikahan, ia adalah proses manusia untuk
mendapatkan kesuksesan; sukses berumah tangga, sukses mendidik anak, dsb. Tidak
terlalu rumit bukan? J
Selanjutnya kita membahas soal cinta-cintaan okay…hehe
Cinta adalah manifestasi dari Sang Maha Cinta. Tentu saja, kita cinta kepada Allah, kepada Rasulullah, kemudian kedua orang tua. Jadi wajar, apabila kita merasakan jatuh cinta. Kalau misalnya ada orang yang mengaku tidak pernah jatuh cinta, justru dipertanyakan... Jangan takut jatuh cinta, tapi takutlah menyalah artikan kesucian itu sendiri.
Segala aktifitas, termasuk pernikahan harus diniatkan karena Allah, hati-hati tidak jarang beberapa orang menginginkan menikah karena alasan-alasan lain, ada yang karena teman-temannya sudah menikah, ada yang ingin lari dari masalah, apalagi untuk pamer, na’udzubillah.
Jadi kalau di antara kita yang belum menemukan atau belum
siap dari sisi mental dan materi (bagi laki-laki karena wajib memberi nafkah)
maka alangkah baiknya jika kita sabar, dengan sabar yang baik. Di Al-qur’an
ataupun hadist, Allah tidak pernah menyuruh kita memikirkan masalah hingga
penat bukan? Allah hanya menyuruh kita untuk sabar dan shalat.
Apalagi di globalisasi yang semakin liar ini ng tren sekali
perayaan “hari valentine”, hati-hati sayang, Jangan sampai hal itu mengaburkan
semangat kita untuk meraih cinta yang lebih baik.
Laki-laki yang keren, bukan mereka yang mampu mengetuk hati kita, tapi laki-laki yang keren adalah mereka yang mampu mengetuk pintu rumah kedua orang tua kita. Dan laki-laki keren bukan yang memberi kita coklat, tapi dia yang mengajak kita untuk akad…ciyeeh
Laki-laki yang keren, bukan mereka yang mampu mengetuk hati kita, tapi laki-laki yang keren adalah mereka yang mampu mengetuk pintu rumah kedua orang tua kita. Dan laki-laki keren bukan yang memberi kita coklat, tapi dia yang mengajak kita untuk akad…ciyeeh
è
JODOH
ADALAH CERMINAN DIRI
MEMPERBAIKI DIRI= MEMPERBAIKI JODOH. Jadi, kalau kita ingin jodoh
yang baik, maka kita harus memeperbaiki diri kita. Maka Allah menyuruh kita
untuk menikah dengan orang yangs sekufu’ , tentu bukan orang yang sempurna,
karena kesempuranaan hanyalah milik Allah.
Sekarang kita bisa tanyakan dalam hati, “dengan saya yang seperti ini apakah pantas untuk menikahi sosok laki-laki yang baik?” (semangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.
Ada dalam al-qur’an, beberapa contoh keluarga yang bisa kita jadikan
contoh;
©
Ada suami yang jahat, tapi istrinya baik; (siti
asiyah)
©
Ada suami yang baik, tapi istrinya jahat; (nabi
nuh, nabi luth)
©
Ada suami yang baik, istrinya pun baik; (nabi
Muhammad)
Kita bisa mengambil contoh dan
hikmah dari beliau bukan?
Batas jangkauan kita sebagai manusia amatlah pendek, sehingga kita belum bisa memahami setiap keputusan yang Allah pilihkan. Untuk itu, sangat penting untuk kita selalu berhusnudzan dengan ketetapan Allah.
Di realita kehidupan kita, kosa kata “pacaran” amatlah dekat dan bukan hal yang buruk. Padahal, apa kata Allah, Allah melarang kita untuk mendekati zina bukan? Lalu, kita percaya bahwa babi haram..kenapa mengingkari kalau pacaranpun haram sahabat??
Allah sebutkan dalam al-qur’an: “Apakah kamu mengimani
sebagian dan mengingkari sebagian yang lain?
Maka, kalau ada laki-laki yang mengaku cinta, tapi tidak menikah. Berarti dia bukan laki-laki sejati. Karena laki-laki sejati akan menjauh saat jatuh cinta dan akan kembali untuk menikahimu ketika ia sudah siap. Laki-laki sejati juga tidak mengumbar cintanya kepada wanita yang belum menjadi muhrimnya.
Note. Tulisan ini adalah hasil rangkuman dari berbagai
kegiatan yang penulis ikuti juga dari buku bacaan, diantaranya: seminar pra nikah
bersama Meyda Sefira, Kajian pranikah di masjid Mujahidin UNY, dan kajian di
masjid MMTC Yogyakarta. Dikarenakan pengetahuan penulis yang masih sempit,
kritik dan saran sangat penulis harapkan, dan akan segera diperbaiki. Semoga
rangkuman ini memberi manfaat untuk segenap istri dan calon istri
shalehah. Masih ada lanjutan untuk
artikel ini, in syaa allah di kesempatan selanjutnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar