Minggu, 28 Februari 2016

Karena Allah SWT. Menyuruhku

Bismillah,
Semoga Allah senantiasa memberikan pertolonganNya kepada kita,

Kegundahan seorang muallaf muslimah shalihah "Saat aku membaca kalam-Mu, seketika itu aku percaya dan aku taat karna aku yakin itu ucapanMu langsung kepada diriku, hambaMu. Saat aku membaca dan belajar hadist Rasul Mu, Nabi Muhammad SAW, aku percaya dan taat menyegerakan hijrahku karna aku tak tahu sampai kapan batas usiaku, tetapi kenapa saat aku memanjangkan kerudungku (sebagaimana kau jelaskan dalam al-quran surat an-Nur ayat 31:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ


Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).)

mereka yang telah mendapat cahaya islam sejak lahir, memperolokku? Mengapa setiap diri ini mulai menempatkan agamaMu dalam sanubari secara kaaffah mereka meragukanku? Adakah aku melakukan kesalahan? Ataukah aku munafik Ya Allah?


=====================================================================
Malu diri ini mendengar ucapan beliau, betapapun masa seseorang berada dalam cahaya islam tidak mampu menentukan sedalam apa keimanan seseorang. Betapapun lama seseorang berada dalam lingkungan pendidikan islam, tidak dapat menjadi acuan dalam kejernihan hati seseorang dalam menerima setiap perintahNya.


Sajak indah, sarat makna yangdikutip dari buku karangan Salim A. Fillah "Agar Bidadari Cemburu Padamu" pada bab "Allah Sayang Padaku"

Di lautan nikmat
Dua makhluq berpisah
Yang satu tenggelam, yang lain menyelam
Kau tahu apa bedanya?

"Kemudian Dia menyempurnakan penciptaannya dan meniupkan ke dalam jasad itu sebagian dari ruh-Nya. Dan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati... sedikit sekali kalian mensyukuri." (As Sajdah 9)

Lalu apa? Apa yang sudah kita syukuri? Ataukah kita lebih banyak berbuat kufur? na'uudzubillahimin dzaalik. Kadang kita lupa, pendengaran, penglihatan, seluruh yang Allah karuniakan kelak dimintai pertanggung jawabannya. Siapkah kita bertanggung jawab atasnya?

Astagfirullaah, terkadang saya sendiri merasa belum pantas menuliskan tulisa hikmah. Begitu Maha Besar Allah, Maha Suci Allah yang telah menutupi semuaa aib penulis.

Sebagai bahan renungan sahabat shalihah semua, semoga tulisan ini bermanfaat. Besitkan dalam hati ketika kita mulai berhijrah ;

"KARENA ALLAH SWT MENYURUHKU"
SEMOGA ISTIQAMAH

AAMIIN